Cara Agar Tidak Malu Berkenalan & Berbicara Ke Orang Asing

Malu Berkenalan Ke Orang Asing
Malu Berkenalan Ke Orang Asing - LifeHacker
Mungkin pengalaman anonim berikut bermanfaat bagi kita semua, mari kita simak. Saya pernah datang ke pesta sekali, sebelum salah satu teman saya tiba. Bukannya berbaur, saya bersembunyi di kamar mandi untuk mempercepat waktu dan menghindari berbicara dengan orang asing. Memalukan, tapi benar. Untuk orang yang pemalu, interaksi sosial dapat membuat perut saya mulas. Itu bagi saya. Tapi jika dibarengi dengan beberapa pekerjaan atau melakukan sesuatu, saya bisa mengontrolnya dan menjadi nyaman berbicara dengan orang asing.

Saya adalah seorang pemalu, bersembunyi dibalik ketiak ibu semacam anak kecil. Saya belajar untuk berbicara lebih saat umur beranjak dewasa, tapi pada intinya, saya masih malu-malu,

Teman-teman saya dan keluarga mungkin tidak akan menggambarkan saya sebagai pemalu. Tapi bagi saya, saya termasuk pemalu untuk berkenalan dan berbicara dengan orang asing. Saya takut akan penilaian mereka, bisa-bisa mereka menolak saya. Mungkin tidak ada yang salah menjadi pemalu, tetapi ketika saya mulai melihat bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan sehari-hari saya, saya ingin mengontrolnya.

Ketika Malu Datang Menyerang Menjadi Masalah

Itu bukan satu-satunya masalah jika kita malu, sudah banyak pengalaman yang mencerahkan yang membangunkan saya dan membuat saya memutuskan untuk menghilangkan rasa malu saya untuk selamanya. Saya sudah dalam proses, bertahap. Semakin banyak masalah timbul, semakin saya belajar untuk menanganinya.

  1. Sebagai contoh: di salah satu pekerjaan pertama saya, saya dapat masalah, kesalahan akuntansi kecil bagi perusahaan. Angka-angka pada daftar klien kami salah. Daripada membawanya ke bos saya dan bertanya apa yang harus saya lakukan, saya memutuskan untuk menghadapinya dan mencari tahu sendiri. Saya tidak takut pekerjaan atau membuat kesalahan, aku takut dia (yang terkenal bos galak). Tapi Saya pemalu, jadi aku tidak bilang, dan masalah akuntansi kecil berubah menjadi masalah besar yang mengambil beberapa hari untuk diperbaiki. Saya hampir dipecat karena itu.
  2. Pada pekerjaan lain, saya tidak berbicara dengan siapa pun. Saya duduk di meja saya, melakukan pekerjaan saya, dan berharap orang hanya akan meninggalkan saya sendiri, menyuruh semua orang agar tidak menggangu. Rekan kerja menuduh saya sebagai orang sombong. Tentu saja, ini datang sebagai kejutan bagi saya, saya tidak berpikir saya lebih baik dari orang lain, saya merasa terintimidasi oleh mereka! Saya bertanya apa yang membuatnya berpikir begitu, dan dia berkata, "Anda tidak pernah berbicara dengan kami." Pada titik ini, rasa malu memberikan pemikiran yang salah kepada rekan-rekan saya ini. Saya tidak seperti itu.

Cara Menghilanggkan Rasa Malu atau Canggung

Rasa malu memang masih menyerang, tetapi dengan sedikit pemanasar dan belajar sedikit ketrampilan semua bisa teratasi.

1. Introvert Atau Bukan Tidak Berpengaruh

Saya rasa saya memang introvert, tetapi tidak berarti saya harus selalu malu. Keduanya sangat berbeda, dan saya sadar rasa malu itu merusak dan dapat dihilangkan. Dengan sedikit berlatih membuat obrolan, mungkin dengan cermin, saya mulai bisa mengatasinya. Ini bukan masalah siapa saya, tapi apa yang saya lakukan, Jika saya bisa menghentikan kebiasaan itu, rasa malu pasti bisa diatasi.

2.Jangan Overthinking

Orang pemalu biasanya lebih overthinking terhadap respon orang lain. Saya obsesif merenungkan semua yang saya katakan atau lakukan, bertanya-tanya apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Apakah saya mengatakan sesuatu yang bodoh? Apakah saya mengatakan sesuatu yang mungkin tampak benar? Saya masih melakukan hal ini setelah saya bergaul dengan teman-teman baru, saya sering akan berpikir tentang setiap hal kecil yang saya katakan setelah berinteraksi. Jika saya mengatakan sesuatu yang bahkan sedikit memalukan, atau sesuatu yang bisa dikatakan sedikit salah, saya rasa saya hancur.

Saya melakukan hal ini terus-menerus, dan itu membuat saya takut interaksi sosial, bahkan lebih. Tapi teman dekat mengatakan sesuatu kepada saya bahwa: 
"Saya tidak bermaksud kasar, tetapi kamu tidak menyadari betapa sedikit orang yang mungkin berpikiran tentang Anda"
 Itu membuat saya merasa seperti orang bodoh narsis. Tapi memang benar, egois sedikit berpikir orang-orang selalu mengingat saya setiap kata dan perilaku. Yang benar adalah, mereka mungkin tidak peduli. Ini sangat melegakan.

3. Terima Tantangan dan Ambil Langkah Kecil Untuk Perubahan!

Ketika malu itu datang, itu isyarat saya menerima tantangan untuk bersosialisasi. 

Saya berproses mengambil langkah-langkah kecil untuk mengatasi rasa malu saya. Pada pekerjaan pasca-kuliah pertama saya, saya bekerja di sebuah kantor penuh orang. 

Saya ingat ketika saya datang setiap pagi, dan segera rasa malu menyelinap ke dalam ruangan. Jadi saya memberi diriku sebuah tantangan: Saya bersumpah untuk datang dan mengatakan "Selamat pagi" setiap hari. Setelah melakukan hal ini untuk sementara waktu, itu menjadi alami.

Itu tidak menakutkan lagi, dan itu membantu saya menjadi lebih nyaman sekitar rekan kerja saya. Berikut adalah beberapa langkah-langkah kecil lainnya saya ambil:

  1. Ketika saya punya pertanyaan tentang pekerjaan, daripada mengirimkan email atau menahannya untuk lain waktu, Saya melihat orang tersebut, saya langsung pergi ketempat mereka dan menanyakan mereka (selama mereka tidak sibuk).
  2. Jika istirahat kerja dan saya melewati orang banyak, saya akan menyapa mereka, walau hanya sekedar menyapa, itu adalah langkah yang baik
  3. Saya juga memaksakan diri untuk meminta memberikan seseorang pujian. Setelah beberapa saat, kebiasaan ini akan menjadi kebiasaan alami.
Bagi orang-orang, tantangan ini mungkin tampak cukup aneh. Apakah benar-benar sulit untuk mengatakan "bagaimana kabarmu?"Kadang-kadang, ya. Menyenangkan menjadi pemalu.

4. Ikuti Kelas Public Speaking

Sekarang ini banyak kelas untuk melatih kemampuan berbicara / berkomunikasi, banyak juga yang gratis seperti seminar yang di adakan di kampus-kampus, anda bisa mencobanya, ini sangat membantu.

5. Pelajari Kenapa Anda Malu

Para peneliti di Indiana University Southeast juga menyarankan untuk mempelajari mengapa Anda malu. Orang mungkin malu untuk alasan yang berbeda, mereka mengatakan:
Apakah Anda malu saat bertemu orang-orang baru, berinteraksi di pertemuan sosial, atau berbicara dengan seseorang yang menarik bagi anda? Cobalah untuk pahami rasa malu Anda dan memanifestasikan dirinya ke kognitif (misalnya, sadarkan diri atau pernyataan mencela diri sendiri), afektif (misalnya, mengesampingkan perasaan cemas), atau perilaku (misalnya, gagal untuk berbicara dengan orang lain di pertemuan sosial).

Jika anda tahu sebab anda malu, anda akan mudah mencari cara untuk mengatasinya.

6. Pelajari Cara Membuat Topik Obrolan Sederhana

 Bukalah buku dan internet, pelajari cara membuat obrolan ringan, kebanyak orang mengaku kehabisan topik pembicaraan. Dengan belajar kemungkinan sukses akan lebih besar, beda tipe orang beda pula hasilnya, beda pula obrolan seperti apa yang harus dibuat.